Tetaplahberjuang! Tetaplah berkilau untuk dunia. Jangan pantang mundur. Lawan semua rintangan yang datang. Hanya karena perpisahan. Mungkin, jasadku tidak bisa slalu disampingmu. Namun, percayalah sobat! Semangatku dan jiwaku selalu ada disampingmu. hasil karya santri kelas 1 MTs, Ira Damayanti.
tnyYx. Puisi santri paling sedih, Foto oleh Pok Rie dari PexelsKehidupan santri ketika menuntut ilmu di pesantren tak jarang akan melahirkan banyak pengalaman spiritual. Banyak juga kisah yang mereka tuangkan dalam sebuah untaian puisi santri paling sedih ataupun menyentuh nyantri, banyak sekali tema puisi yang bisa dibuat oleh para santri. Misalnya puisi santri menuntut ilmu, santri rindu orang tua, puisi untuk ustadz dan sebagainya. Jika kamu ingin tahu lebih jauh bagaimana puisi yang dibuat oleh para santri, simak terus tulisan kali ini Contoh Puisi Santri Paling Sedih tentang HidayahBerikut adalah 3 contoh puisi santri tentang hidayah dan agama Islam yang kami ambilkan dari buku Taman-taman Hidayah karya Khansa adalah bunga yang layu ditinggal hujannyaTerus merapuh semangat pun luruhLalu Engkau menyiramiku dengan rintikan hidayahHingga bunga itu pun tumbuh lagi dengan indahAku adalah langit malam yang ditinggal purnamanyaTerus tenggelam dalam kelamLalu Engkau menyinariku dengan cahaya sunahHingga langit itu pun berhias cerahAku adalah musafir yang tersesat di tengah gersangnya saharaPenuh dahaga menanti hujan turun segeraMemberikan mata air cintaHingga jiwa ini kembali menapaki jalan pulangnyaAku bagai dedaunan yang terbang tertiup anginPergi tanpa arah, tak tahu lagi ke mana harus melangkahKadang tertawan lelah, lalu goyah dan mulai patahNamun Rabbku tak pernah lelah untuk memberikuAku bagai ilalang yang hilang tertiup angin, perlahanLalu Rabbku menemukanku, memberiku rintik hujanMembuatku kembali tumbuh dan menghijauRintik hujan itu bernama hidayahAku laksana rembulan yang kehilangan purnamanya,Lalu Rabbbku menyelamatkanku dengan cahaya terangHingga rembulan itu kini kembali cemerlangCahaya itu bernama hidayah Al Qur’an dan sunahHidayah itu, laksana hujan di tengah kemarau yangMenghidupkan hati-hati yang hampir mati kekeringanLaksana deburan ombak di lautanMeluluhkan hati-hati yang keras bagai karangAkulah dedaunan kering yang terbang tertiup anginLalu jatuh perlahan dalam taman-taman yang indahTaman yang penuh kesejukanTaman yang tanpa kegersanganAku menyebutnya taman-taman hidayahDoaku menyentuh pintu langitMungkinkah ada yang haramHingga doaku seolah karam dan tenggelamMungkinkah ada dosa yang tak biasaAtau penghalang yang membentangApakah rabbku menyimpannyaSebagai tabunganku di surgaApakah rabbku mengabulkannyaDi suatu masa yang luar biasaAdakah Rabbku ingin selalu mendengarRengek pintaku dalam lautan istighfarAdakah Rabbku ingin melihatku bersabarBersabar dalam doa dan ikhtiarNamun seolah kembali lagi padakuAtaukah yang tak terkabulDemikian tadi tiga contoh puisi santri sedih tentang mendapatakan hidayah ataupun puisi santri ngaji sunah dan hijrah. Semoga bisa menginspirasimu ya.NOV
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pesantrenku ...Tempatku mendapatkan pelajaranDididik menjadi pribadi lebih baikTempat meresap ilmu agamaPesantrenku ...Tempat indah dan damaiMenghasilkan orang-orang cinta ilmuRuang sederhana namun kaya pengetahuanTak banyak ramai tapi lekat adabPesantrenku ...Memang beda dari sekolah lainnyaTapi ciri bedanya membanggakanDi sini kutemukan banyakDan di luar ada yang kurang Pesantrenku ...Belajar di sana membuat jiwa ini akrab dengan ilmuDidikan dan bimbingan tak pernah lepasTuk temukan jati diri sejati Pesantrenku ...Tiada seberharga dirimu dari seluruh tempat yang kutemuiMengenal guru-guru nan santunTiada keluh, tiada lelah mendidikAgar lebik baik dan mandiriPesantrenku ...Nurul Falah, cahaya kemenanganCahaya ilmu pengetahuanDari pelajaran dan pengajaranMenerapkan ajaran muliaDari tuntutan IslamIslam yang rahmatan lil'alaminBorongganjeng, 2 Februari 2019Dini AuliaSantriwati Kelas XI IPA MA PP. Nurul Falah Lihat Puisi Selengkapnya
Puisi Santri sejati adalah cerita puisi tentang anak santri yang akan menutut ilmu agama di pondok pesantren dirangkai dengan berbagai kata-kata puisi perjuangan seorang santri dan kata kata untuk ibu yang cerita selengkpanya dalam bait puisi yang berjudul santri apak berkisah seperti puisi santri pendek atau puisi santri salafi selengkapnya disimak saja puisi berjudul santri sejati dibawa Santri Sejati Oleh Ukhty KarozuKukuatkan tekatKubersihkan niatAgar selamat dunia akhirat..Kubuka kitabkuKuayunkan penakuKudengarkan ustadku..Kulantunkan kalam ilahiKurenungi syarat dan artiKugenggam erat sepenuh hati..Ayah ibu.. Kuat kanlah diriRelakan perpisahan sementara iniDemi cita-cita sejati..Kelak Akan Aku buktikanKau Akan bangga memilikikuKarna telah mengirim jauh darimuUntuk menjadi ladang pahalamu..Ibty. 14/08/2020
Guruku Oleh Tiala Megasari, VIII B Oh Guruku... Aku sangat berterimasakasih Atas jasa – jasamu Yang telah mengajariku Dari aku tidak bisa sampai aku bisa Oh Guruku... Kau akan selalu aku kenang dalam hidupku Sebagai tanda terimakasihku Kepadamu oh Guruku.. Oh Guruku... Maafkanlah muridmu ini Yang ketika guru menerangkan Muridmu tidak memperhatikanmu Oh Guruku... Maafkanlah muridmu ini Yang ketika Guru menerangkan Aku bercanda Ayah Oleh Selvi Rahmawati, VIII B Ayah... Aku rindu padamu Aku rindu semua kenaganmu Seandainya Ayah masih ada Didalam bumi ini Ayah... Tanpa Engkau Aku tidak bisa berbuat apa – apa Dan tanpa Engkau Tidak ada yang mencari nafkah Aku rindu padamu Ayah Bertahun – tahun sangat merindukanmu Aku disini hanya bisa kepada Allah SWT Semoga Engkau disana baik – baik saja Aku Oleh Fika Rahayu, IX B Aku anak santri Yang Insyaa Allah bisa mengaji Karna dididik oleh Bapak K. H. Yadi Suryadi Yang kini tinggal di Koposari Aku masuk kesini Karna kemauan sendiri Keinginanku dan keluargaku Ada yang tahu tentang Ilmu yang bermutu Aku ingin menjadi anak kebanggan keluargaku Dan aku ingin menjadi anak yang Shalehah Shalat Ashar aku sering terlambat Kadang aku tak semangat Tetapi aku juga takut Tidak selamat di Akhirat Kata Pak Ustadz aku harus segera Taubat Pesantren Oleh Pannisa Putri, VIII B Di Pesantren... Buat apa kita disini Untuk apa kita disini Kita disini buat membanggakan orangtua kita Disini kita mencari Ilmu Menuntut Ilmu Agama kita lebih mendalam Kita disini berhijrah karna Allah SWT Berjuang demi masa depan Dengan teman seperjuangan kita Di Pondok ini... Di Pondok Pesantren Darussalam Koposari ini... Kita hidup untuk belajar mandiri Menyetrika, mencuci baju sendiri Makan sendiri mandi pun sendiri Disini dikita selalu diatur oleh banyaknya peraturan juga mahkamah Mahkamah Nazhafah, mahkamah ubudiyah, ta’lim, amni dan lugah Pertanda Ia ciri orang yang sukses Karna orang sukses itu selalu diuji oleh Allah SWT Oleh sebab itu kita harus Positive Thinking Dalam sebuah masalah, disini... didada ini... Di Pondok Pesantren Darussalam Koposari yang kami cintai Yang mottonya “Cangkir Berdasi” Kencang Berfikir Berpacu dalam Prestasi Perpisahan Oleh Septia Sakinatul Kirom, VIII B Perpisahan... Membuat dadaku sesak tertahan Tatkala ingat kebersamaan Yang tersimpan dalam sebuah kenangan Perpisahan... Penuh rasa kehilangan Memori tersedih dalam kehidupan Peristiwa yang sangat menyedihkan Perpisahan Sekolah... Didalamnya banyak sekali kenangan Indah Mata menangis tanpa diperintah Tangisan keras yang tak bisa ku cegah Perpisahanku... Terjadi setelah Aku dan Temanku Berphoto bersama Guru Lalu kami pergi untuk meninggalkan sekolah yang dulu Dan berjalan menuju sekolah baru Pertemuan setelah perpisahan Rasanya begitu menyenangkan Setelah tak bertemu bertahun – tahun Pertemuan yang diiringi pelukan Perpisahan Oleh Syifa Salsabila, VIII B Perpisahan... Betapa berat hati ini meninggalkanmu Betapa berat diri ini melupakanmu Dan betapa berat jiwa ini pergi darimu Perpisahan... Bukanlah sesuatu kegagalan Bukanlah suatu penyesalan Karna perpisahanlah yang membuat Kita menjadi dewasa Ya Tuhan... Mengapa kau ciptakan perpisahan ini Disaat kita bersenang – senang Disaat kita bergembira Distiulah kenangan tak bisa kulupakan Perpisahan... Ku jadikan kau kenanganku Ku jadikan kau albumku Karna kaulah akhir dan segalanya untukku Kenanglah perpisahan ini Dan janganlah kau lupakan sampai akhir hayatmu Karna perpisahan yang membuat dirimu setia Terimakasih teman karnamu perpisahan ini takkan bisa kulupakan Bunda Oleh Putri Fitriyani, IX B Bunda begitu besar jasamu Betapa mulianya dirimu Begitu besar pengorbananmu Dalam membersarkan dan mendidikku Kau pun rela menjagaku dalam keadaan sakit Kau pun tak peduli atas semua yang kau lakukan Demi anakmu yang kau sayang Saat ku jauh dari jangkauan Relung kasih mu dan sayang Saat ku jauh dalam sentuhan Doamu kau sertakan Terimakasih Bunda atas jasa – jasamu Ayah Oleh Nabila Nur Fadhila, IX B Ketika aku mulai beranjak dewasa Perlahan aku mulai mengerti apa yang saat ini kurasa Betapa lemahnya diriku dengan suasana Dan kumulai sadar Inilah arti kehidupan Yang dipenuhi kesedihan dan cobaan Ku berteriak pada alam Dimana Ayah sekarang Aku iri dengan teman – teman Yang selalu bercanda riang dan tersenyum senang Ayah... Kasih sayangmu yang kurindukan Pelukmu yang kudambakan Bahkan senyummu yang selalu terbayang dalam fikiran Ku berharap kau hadir kembali dalam kehidupan Hidupku sepi tanpa kasih sayang Tanpa sosok dirimu sang penerang kehidupan Inilah jeritku wahai kawan... Seorang anak yatim yang merindukan Selimut ketenangan AkuOleh Aulia Rahmawinada, VIII BAku hanya seorang biasaAku bukanlah apa - apaTapi karna keberanian aku bisaDalam hidup harus berani mencobaAku hanya seorang biasaTanpa mencoba hidup sia - siaAwalnya aku tak berani mencoba Karna takut kegagalan menerpaTapi setelah aku mencoba Hasilnya memang tak seberapaTapi aku senangKarna telah berani mencoba
puisi kehidupan di pondok pesantren